Serba-serbi karakter Jepang Kesadaran Kelompok, Kerja Keras, Bushido dan Senyum Jepang Rabu, Mar 17 2010 


Mengenal budaya merupakan salah satu kunci penting untuk membina saling pengertian. Untuk tujuan itu, berikut ini disajikan tulisan mengenai beberapa karakter orang Jepang yang dikatakan sebagai ciri khas orang atau masyarakat Jepang, meskipun beberapa di antaranya sudah mengalami perubahan dan tidak begitu terlihat lagi dalam kehidupan modern Jepang. Tulisan ini dimuat secara bersambung, dan artikel ini merupakan seri yang pertama. (lebih…)
Iklan

mendaki gunung dengan trek yang luar biasa Rabu, Feb 17 2010 

BOSAN mendaki Gunung Gede dengan trek yang kurang menantang dan itu-itu saja? Kalau Anda butuh tantangan baru, Gunung Salak bisa jadi pilihan. Dengan kondisi medan yang berat, plus lokasi yang dekat dari Ibukota, Gunung Salak sudah lama jadi favorit para pendaki yang ingin naik level. Dari pemula menjadi pendaki profesional.

Apalagi, alamnya terhitung masih asri karena masuk konser­vasi kawasan hutan lindung. Pendakian akan semakin mena­rik, lantaran di gunung yang ma­sih aktif ini terdapat banyak situs kuno bersejarah. Mulai dari kaki sampai ke puncaknya.

Di kaki Sa­lak umpamanya, terdapat makam dan pura dengan sebutan Kuil Pra­bu Siliwangi. Sedangkan di puncak ada patung pemujaan dan makam Embah Gunung Salak. Tak ayal, gunung ini dikenal men­dapat julukan gunung keramat.

Untuk melakukan pendakian, disarankan dilakukan pada mu­sim kemarau. Sebab, pada musim penghujan, jalur menjadi becek seperti rawa dan licin sekali. Angin seringkali bertiup kencang dan bisa menyebabkan pepoho­nan tumbang. Namun, pendakian pada musim hujan tetap me­mung­kinkan, asal diiringi dengan perÂsiapan yang matang.

Para pendaki pasti akan ter­ka­gum-kagum dengan keindahan Salak. Selain alamnya yang ter­ja­ga, tempat ini juga jadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Kupu-kupu yang cantik bisa di­temui di sepanjang perjalanan meÂnuju puncak. Semakin me­rang­sek ke dalam hutan, semakin terasa keindahan itu.

Berbagai je­nis rintangan pun dapat ditemui. Mulai dari jalur yang berlumpur, tebing curam, sampai jalur sempit yang rapuh. Namun, jangan dulu berkecil hati. Karena, panorama puncak gunung nan indah bakal melunasi semua perjuangan itu.

Bagi yang mengaku pecinta alam, rasanya, belum pantas me­nyandang gelar itu, kalau belum mendaki gunung ini. Selain pe­nuh dengan trek yang menantang, cuaca Salak juga dikenal ekstrim lantaran sulit diprediksi.

Namun para pendaki pemula, tak perlu khawatir. Sebab, dengan per­siapan fisik, psikologis, per­alatan, serta logistik yang mema­dai, dijamin bisa mendaki gunung ini. Ten­tunya, dengan pengawa­lan minimal dari orang yang per­nah mela­kukan pendakian ke gunung ini.

Ngomong-ngomong soal per­alat­an, berikut ini adalah peralatan wajib yang harus dibawa. Yakni, carrier, tenda, sleepingbag, sepatu tracking, jas hujan atau ponco, kom­por be­rikut bahan bakarnya, lam­pu senter, korek api, hingga logis­tik yang mencukupi. Untuk pa­kai­an ganti, jangan lupa dibungÂkus plastik, supaya tidak kebasahan seandainya diguyur hujan deras.

Harus diingat, mendaki gunung merupakan kegiatan yang bersen­tuhan dengan keselamatan jiwa. Untuk itulah, supaya aman, diwaÂjibkan melewati jalur resmi. Ka­re­na, jalur ini biasanya dikontrol oleh para petugas. Nah, ada dua jalur pendakian resmi di Gunung Salak yang ditetapkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Yakni, dari Pintu Masuk Gunung Bunder dan Pintu Masuk Cidahu. Di luar pintu masuk itu, ditetap­kan sebagai jalur illegal.

Sebelum melakukan penda­kian, disarankan juga untuk mela­kukan aklimatisasi atau adaptasi dengan iklim disana. Caranya, dengan berkemah di kaki gunung. Di Gunung Salak, ada bumi per­kemahan yang lumayan nyaman, yakni Taman Wana Wisata Cidahu. Ditempat ini, siapapun dija­min tidak akan kelaparan. Pada akhir minggu, warung-warung makanan bukan 24 jam penuh.

Penting digarisbawahi, untuk memulai pendakian, harus dipasÂtikan fisik dalam kondisi prima. Pendakian yang memakan waktu delapan jam menuju ke puncak Gunung Salak pastinya membu­tuh­kan tenaga yang besar. a

Underwater Kamis, Jan 21 2010 

jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Meksiko. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan. (lebih…)

Sejarah PKI (Partai Komunis Indonesia) Kamis, Jan 21 2010 

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948 dan dicap oleh rezim Orde Baru ikut mendalangi insiden G30S pada tahun 1965. Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak pernah terbukti secara tuntas, dan masih dipertanyakan seberapa jauh kebenaran tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Sumber luar memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat, melainkan didalangi oleh Soeharto (dan CIA). Hal ini masih diperdebatkan oleh golongan liberal, mantan anggota PKI dan beberapa orang yang lolos dari pembantaian anti PKI. Setidaknya lebih dari lima teori berusaha mengungkap kejadian tersebut. Namun teori-teori yang terkadang saling berlawanan menjadikanya diskusi besar sampai hari ini.

(lebih…)

Lembah Kasih ” MANDALAWANGI “ Selasa, Okt 6 2009 

IMG_0119_1Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam rimbamu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semata

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya
“tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
terimalah dan hadapilah

dan diantara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampui batas2 hutanmu, melampui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966 (salah satu puisinya soe hok gie)

Embun pagi mandalawangi yang mendamaikan hati

Indahnya surya kencana Gn.gede-pangrango

Laman Berikutnya »